Kamis, 12 April 2012

MANUSIA DAN CINTA KASIH



Disini saya mengambil contoh dari orang tua kepada anaknya :
   kasih sayang orang kepada anaknya takkan pernah usang dan takkan pernah habis,meskipun terkadang tergores luka dalam hatinya,walaupun kadang kata amarah terlontar dari mulutnya,namun kasih sayang tak pernah berubah,walaupun sang anak menganggapnya suatu amarah dan rasa kebencian kita sebagai anak harus menyadari,betapa tulus dan begitu mulia kasih sayang orang tua terhadap anaknya,menabur benih kasih sayang tanpa mengharap balasan apapun,kecuali mengharap anaknya jadi yang berguna dan mengabdi kebaktian kepadanya,sungguh kasih sayangmu begitu mulia dalam hatimu yang kau pertaruhkan untuk anakmu.


di antara sulitnya kehidupan,kau sisipkan suatu kesenanga untuk anakmu,walau terkadang harus terasa sulit jalan yang kau tempuh,senyuman selalu ada untuk anak2mu
kami anak2mu yang terlahir hanya sebagai orang awam,tak mengerti arti kasih sayang,seperti tak mensyukuri arti kehidupan,bergulimang dosa dengan sifat yang terkadang membuatmu terluka,hanya kata ma'af  yang selalu kami ucap untuk yang kesekian kali tapi mengapa di bibirmu masih ada senyuman,mengapa tiada rasa dendam,sungguh begitu mulia kasih sayangmu.


kata ma'af yang hanya bisa kami ucap,untuk dosa dan kesalahan yang begitu banyak kami perbuat,kau ajarkan kami suatu kebajikan,kau bimbing kami dengan sopan santun,namun kami yang belum paham dengan itu semua,hanya menganggap angin lalu yang hanya kami lengahkan
kini kami baru

menyadari,semua yang kau ajarkan sangatlah berguna bagi kami,kini kami baru merasakan,betapa indahnya kasih sayangmu buat anakmu,kini semua takkan kami lengahkan dan takkan kami sia2kan,betapa tulusnya kasih sayang orang tua kepada anaknya.

MANUSIA DAN CINTA KASIH


  
Manusia, adalah makhluk sosial. Yang berarti manusia saling membutuhkan satu sama lain dengan saling ketergantungan dan saling menguntungkan terhadap sesama. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan dengan kemampuan akal yang istimewa dari makhluk lainnya, dengan akal tersebut, manusia dapat berpikir, apa yang harus mereka lakukan, apa yang mereka perlukan, mengapa mereka harus melakukan sesuatu hal. Semua itu dikarenakan manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan sebuah akal serta perasaan untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya.
Perasaan tersebut adaah sebuah cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup. Cinta kasih yang berarti manusia merasa saling memeiliki, membutuhkan orang lain, dan secara ikhlas serta datang dari lubuk hatinya yang terdalam untuk menujukkan dirinya ada dan dapat berguna bagi orang lain serta dapat memiliki perhatian dari sesamanya. Cinta kasih manusia tidak dilihat dari materi, namun manusia harus dapat menyadari bahwa dirinya membutuhkan serta dibutuhkan orang lain baik secara lahir maupun batin. Manusia yang berbudaya, akan selalu merasa bahwa dirinya adalah bagian dari orang lain yang ikut melengkapi terjalinnya sebuah kesinambungan kebudayaan dengan hubungan saling ktergantungan antara sesama manusia.
Budaya dapat menjadi jembatan untuk manusia saling merasakan sebuah ikatan yang tidak terlepas dari sebuah kata cinta kasih dan kasih sayang. Kebudayaan daapt mengikat suatu persaudaraan yang mana walaupun terdapat banyak kebudayaan yang beragam, khususnya di Negara Indonesia, budaya dapat menjadi suatu tolak ukur sejauh mana seorang manusia atau warga Negara dapat mencintai perbedaan yang ada di antara mereka, sehingga terjadi rasa saling memiliki dan juga saling mempunyai suatu budaya dan aspek-aspek yang terdapat di dalamnya.
Kebudayaan, dengan hubungannya dengan cinta kasih manusia contohnya adalah :
  •   Memakai produk buatan dalam Negeri sebagai rasa bangga dan rasa memiliki kualitas Bangsa sendiri agar dapat mejadi suatu tolak ukur sejauh mana mencintai Negaranya dan sejauh mana menghargai orang-orang yang susah payah membuat produk yang berkualitas hasil karya anak Negeri
  •   Ikut membela ketahanan Negara dengan selalu menerapkan perilaku yang sesuai dengan adat isitiadat serta kebudayaan sehari-hari Bangsa Indonesia, karena hal tersebut sama saja dengan menghargai orang-orang di sekitar lingkungan tempat kita berperilaku, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan ada rasa peduli terhadap orang lain yang berkebudayaan sama
  •   Tidak meremehkan atau emandang sebelah mata sebuah kebudayaan, karena kebudayaan adalah hal penting yang muncul atau tercipta dari daya cipta, rasa, dan karsa manusia. Dengan demikian setiap budaya memiliki makna sendiri dan kita tidak boleh meremehkannya agar dapat tercipta suatu saling pengertian antara sesama manusia
  •   Membantu orang lain yang membutuhkan dan menolong orang lain sesuai dengan adat isitiadat atau kebudayaan Indonesia yang dikenal baik budia serta ramah tamahnya, agar keberadaan kita bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri orang lain
Suatu kebudayaan memiliki suatu aspek atau poin tersendiri dimana budaya tersebut mngedepankan aspek saling mengerti, saling memhami, serta saling berketergantungan, yang akhirnya dapat menimbulkan dan membuat suatu hubungan yang disebut dengan kasih sayang. Manusia dan hubungannya dengan cinta kasih tidak dapat dipisahkan, karena manusia tidak akan dapat hidup seorang diri tanpa adanya orang lain. Manusia kaan selalu memerlukan orang lain, baik itu pertolongan, perhatian, kepedulian, serta segala sesuatu yang pada akhirnya menimbulkan rasa untuk saling menjaga dan melengkapi.
Cinta kasih dan kasih sayang adalah satu kesatuan yang menjadi unsur mengapa manusia saling membutuhkan. Manusia saling membutuhkan untuk mengisi hidupnya agar hidupnya dapat berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan mereka. Manusia tidak luput dari kata cinta kasih, manusia adalah makhluk sosial yang sangat rentan dengan apa yang disebut dengan kaish sayang. Kasih sayang terhadap sesame kahluk ciptaan Tuhan, dengan segala berkah serta rahmat dari-Nya untuk dapat berkomunikasi dan juga untuk dapat berinteraksi sehingga timbul adanya suatu kesatuan antara mereka.
Manusia dan cinta kasih, merupakan sesuatu yang tak dapat dipisahkan. Seorang manusia harus mengetahui dengan benar apa hakikat dari cinta kasih, yaitu salin peduli, saling perhatian, memberikan manfaat, memberikan perubahan bersama, dan tidak adanya dinding atau pembatas antara satu dengan yang lainnya.
Kemampuan mannusia untuk berpikir dengan akal yang dimilikinya membuat dirinya dapat membedakan mana yang cinta kasih secara ikhlas dan mana yang tidak. Terkadang manusia dapat membohongi orang lain, namun sebuah cinta kasih tidak dapat dibohongi bila sudah berurusan dengan masalah hati nurani. Manusia dapat dilihat baik atau buruknya serta wataknya dari bagaimana mereka mencintai, peduli, dan mau mendedikasikan sesuatu untuk kepentingan bersama. Suatu kebudayaan akan menimbilkan cinta kasih terhadap sesama manusia bila makna dan hakikat dari budaya tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh manusia, yaitu bagaimana mereka mengerti bahwa budaya diciptakan dari perasaan manusia untuk kehidupan ke arah yang lebih baik.
Hubungan baik antar manusia akan menciptakan suatu kesatuan yang diwujudkan dengan adanya ikatan. Ikatan tersebut bisa berupa suatu organisasi, atau kelompok. Organisasi yang paling kecil adalah sebuah keluarga, dimana keluarga tersebut memiliki tujuan bersama untuk kehidupan sehari-hasi, dan keluarga tersebut memiliki cita-cita yang sama untuk kemakmuran, dan kesejahteraan keluarganya. Selain itu, ada kelompok-kelompok yang memiliki tujuan bersama misalnya saja sebuah partai politik, anggota dari sebuah pratai politik pastinya memeiliki tujuan bersama yang sesuai dengan kesepakatan. Yang dengan begitu disini terjadi suatu kebudayaan, dimaan anggota dan juga pemimpin partai akan berusaha agar segala cita-cita dan tujuan awal dibentuknya awal tersebut akan diwujudkan dari adanya usaha bersama walaupun terdapat banyak perbedaan di antara mereka.
Itulah suatu contoh bagaimana perbedaan budaya dan penerapan serta bgaaimana seseorang mengimplementasikan suatu hakikat budaya dalam kehidupannya sehari-hari. Maka dari itu, suatu perasaan cinta kasih tidak akan pernah dapat dipisahkan dari satu kesatuan ikatan yang dibentuk dari suatu kebudayaan. Kebudayaan yang baik adalah suatu kebudayaan yang dapat mempersatukan adanya perbedaan daan ketidak sepahaman, menjadi suatu ketergantungan yang dapat mewujudkan suatu tujuan bersama.  

KONSEPSI IBD DALAM KESASTRAAN


   
 Bintang hati ku


dingin nya malam mencekam jantung ku
hingga tak berdetak karena kau tak ada disisi ku
hati terasa sepi terbalut kabut kedinginan

ku memandang langit
hanya bintang yang tampak
bintang yang selalu menemani ku
disaat hati ini terasa sepi

ketika bulan menghilang tertutup awan
disaat ku membutuhkan pancaran sinarnya
untuk mengurangi dingin yang mencekam
tanpa rasa lelah kau pancarkan cahaya

kau terangi langit dengan cahayamu
kau tunjukan padaku bahwa kau mampu
menerangi malam ku dengan cahayamu    







Untuk mu ayah
ketika malam mulai menyambut pagi..
angin menyapa lewat dedaunan ..mendayu..bak melodi yang ,merdu menyapa alam ..
diri bagai tertahan di balik awan ..
di bali asa ku yang melemah …
jiwa ku menari di antara bebatuan hidup
sebelum naluri terhenti mati ,menghitung waktu ,merajut asa…
antara
aku dan nafas ku …
ayah….
diantara detik waktu yang merenggut nafas …
ku kirimkan kata lewat angin yang bergetar..
diantara darah yang masih memerah…
anatar aku dengan alaunan restumu …..menyambut ,…
ku di penghujung massa,
tersenyumlah ….
aku
rindu itu untuk mengiringi ragaku menempati taman Tuhan…
jika…
suatu hari aku dapat meminta..
Tuhan aku ingin sebelum jiwa ku berhenti menghirup waktu…
izinkan aku mengukir senyum di atas pusara jiwa ku…
teruntuk ayah…
yang telah memberiku arti akan sebuah
cinta
dan,senyumnya akan arti kekuatan hidup dan pengobat kala aku terluka mengarungi kejamnya cinta….
andai….
kau tahu bahwa aku banggia memiliki mu ,kau lebih indah dari sekedar taman surga….



Minggu, 08 April 2012

KONSEPSI IBD DENGAN KESASTERAAN



IBD yang semula bernama Basic Humanities, berasal dari bahasa inggris the humanities. Dalam bahasa latin Humanus yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari humanities manusia akan lebih mausiawi, lebih berbudaya, dan halus. Hampir disetiap jaman seni termasuk sastra mempunyai the humanities.alasanya karena sastra menggunakan bahasa dan bahasa dapat menampung semua pernyataan kegiatan manusia. Sastra lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya sastra adalah abstraksi. Seni adalah ekspresi yang normative, seni lebih mudah berkomunikasi. Jadi nilai-nilai yang ditampilkan lebih fleksible, baik isinya maupun cara penyampaianya.
·            IBD yang Dihubungkan dengan Prosa
Istilah prosa banyak padananya. Dalam bahasa Indonesia istilah prosa diterjemahkan sebagai cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita yang mempunyai pemeran, peristiwa, dan alur yang dihasilkan oleh imanjinasi. Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal prosa lama dan baru :
         Prosa lama meliputi
1.      Dongeng-dongeng
2.      Hikayat
3.      Sejarah
4.      Epos
5.      Cerita pelipur lara
Prosa baru meliputi :
1.       Cerita pendek
2.      Roman/novel
3.      Biografi
4.      Kisah
5.      Otobiografi
C.      Niali-nilai Dalam prosa Fiksi
Sebagai seni bertulang punggung cerita, sastra mau tidak mau membawakan moral, pesan/cerita. Dengan kata lain prosa mempunyai nilai-nilai. Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan
2.      Prosa fiksi memberikan informasi
3.      Prosa fiksi memberikan warisan cultural
4.      Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Berkenaan dengan moral, karya sastra dibagi menjadi dua, yaitu karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamanya, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamanya. Keduanya selalu menyampaikan masalah. Masalah ini disajikan dengan interaksi tokoh-tokohnya. Konflik dapat terjadi baik di dalam diri tokoh sendiri maupun antar tokoh satu dengan lainya.


D.     Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan Dengan Puisi
Puisi dipakai sebagai media belajar sesuai dengan pokok bahasan yang terdapat pada ilmu budaya dasar. Puisi termasuk sastra, sedangkan sastra bagina dari kesenian dan kesenian cabang dari kebudayaan. Kepuitisan, keartistikan, atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kereativitas penyair dalam membangun puisinya menggunakan :
1.      Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori dsb.
2.      Kata-kata ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda
3.      Kata-kata yang berjiwa / kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi pengalaman sang penyair sehinggal terasa hidup
4.      Kata-kata konotatif, kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa.
5.      Pengulangan, berfungsi mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan sehingga mengunggah hati
Dibalik kata-katanya yang sulit dimengerti puisi berisi potret kehidupan manusia.
Alas an-alasan yang mendasari penyajian puisi pada IBD antara lain :
1.      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian dan penyampaian pengalaman disebut “pengalaman perwakilan”. Berarti manusia memiliki salah satu kebutuhan hidupnya dari sekedar pengalaman langsung yang terbatas.
2.      Puisi dan keinsyafan/kesadaran manusia
Dengan membaca puisi manusia diajak untuk menjenguk hati dan pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri.
3.      Puisi dan keinsyafan social
Puisi memberikan pengetahuan manusia sebagai mahluk social, yang terlibat dalam isu dan problem social. Puisi dapat menafsirkan situasi dasar social yang bisa berupa:
-          Penderitaan atas ketidakadilan
-          Perjuangan untuk kekuasaan
-          Konflik dengan sesamanya
-          Pemberontakan terhadap hokum Tuhan

Puisi-puisi umumnya berisi nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Cinta kasih adalah salah satu nilai kemanusian yang sering dituangkan dalam puisi. Cinta kasih itu tidak berdiri sendiri terkadang ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusian yang lain seperti penderitaan.