Kamis, 12 April 2012

KONSEPSI IBD DALAM KESASTRAAN


   
 Bintang hati ku


dingin nya malam mencekam jantung ku
hingga tak berdetak karena kau tak ada disisi ku
hati terasa sepi terbalut kabut kedinginan

ku memandang langit
hanya bintang yang tampak
bintang yang selalu menemani ku
disaat hati ini terasa sepi

ketika bulan menghilang tertutup awan
disaat ku membutuhkan pancaran sinarnya
untuk mengurangi dingin yang mencekam
tanpa rasa lelah kau pancarkan cahaya

kau terangi langit dengan cahayamu
kau tunjukan padaku bahwa kau mampu
menerangi malam ku dengan cahayamu    







Untuk mu ayah
ketika malam mulai menyambut pagi..
angin menyapa lewat dedaunan ..mendayu..bak melodi yang ,merdu menyapa alam ..
diri bagai tertahan di balik awan ..
di bali asa ku yang melemah …
jiwa ku menari di antara bebatuan hidup
sebelum naluri terhenti mati ,menghitung waktu ,merajut asa…
antara
aku dan nafas ku …
ayah….
diantara detik waktu yang merenggut nafas …
ku kirimkan kata lewat angin yang bergetar..
diantara darah yang masih memerah…
anatar aku dengan alaunan restumu …..menyambut ,…
ku di penghujung massa,
tersenyumlah ….
aku
rindu itu untuk mengiringi ragaku menempati taman Tuhan…
jika…
suatu hari aku dapat meminta..
Tuhan aku ingin sebelum jiwa ku berhenti menghirup waktu…
izinkan aku mengukir senyum di atas pusara jiwa ku…
teruntuk ayah…
yang telah memberiku arti akan sebuah
cinta
dan,senyumnya akan arti kekuatan hidup dan pengobat kala aku terluka mengarungi kejamnya cinta….
andai….
kau tahu bahwa aku banggia memiliki mu ,kau lebih indah dari sekedar taman surga….



Tidak ada komentar:

Posting Komentar